Silaturahmi Fakultas Teknologi Industri UAD X Fakultas Teknik UNIMUDA Sorong 👁️️ 109

By Operator Website Kamis, 02 Oktober 2025 | 16:57 pm Berita

Silaturahmi Fakultas Teknologi Industri UAD X Fakultas Teknik UNIMUDA Sorong

Fakultas Teknik Unimuda Sorong | Strategi Menuju Prodi Teknik Kimia Unggul di UNIMUDA Sorong: Jejak Inspirasi dari Prof. Siti Jamilatun

Kunjungan Prof. Dr. Ir. Siti Jamilatun, M.T., ahli teknik kimia dan energi dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, ke UNIMUDA Sorong menjadi momentum strategis bagi pengembangan Program Studi Teknik Kimia. Kedatangan beliau tidak hanya dalam kapasitas silaturahmi akademik, tetapi juga sebagai bagian dari partisipasi dalam Kongres Forum Dekan Teknik Indonesia, sebuah wadah kolaborasi kepemimpinan teknik nasional yang menjadi barometer kemajuan pendidikan teknik di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Siti secara khusus menyempatkan diri untuk berbagi keilmuan dan pengalaman strategis bersama pimpinan, dosen, dan tim akademik Fakultas Teknik, khususnya Program Studi Teknik Kimia UNIMUDA Sorong. Sebagai sosok yang berhasil membawa Prodi Teknik Kimia UAD dari posisi akreditasi yang jauh dari memadai menuju status "Baik Sekali" dan mendekati predikat "Unggul", beliau membagikan perjalanan panjang selama 26 tahun yang penuh komitmen, kepemimpinan transformasional, dan kerja sistematis.

Sejak aktif dalam pengelolaan akademik pada 2013 sebagai Kepala Program Studi meskipun belum menyandang gelar professor beliau fokus pada penguatan instrumen akreditasi. Dengan mendalami setiap kriteria penilaian, nilai akreditasi prodi yang awalnya 275 berhasil ditingkatkan menjadi 348, kemudian mencapai 352. Peningkatan ini bukan tanpa tantangan, terlebih ketika akses dana dari Kementerian Pendidikan saat itu sangat bergantung pada status akreditasi. "Tidak mudah," ujar beliau,

Salah satu penekanan utama dari paparannya adalah pentingnya penguasaan instrumen akreditasi. Dalam era transformasi pendidikan tinggi saat ini, meskipun jumlah kriteria penilaian telah disederhanakan dari 9 menjadi 6–7 poin utama, pemahaman mendalam terhadap setiap aspek menjadi kunci. Beliau menekankan pentingnya kurikulum yang selaras dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), di mana setiap mata kuliah harus dirancang secara jelas dengan meletakkan CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) dan CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) dalam RPS (Rencana Pembelajaran Semester), meskipun proses implementasinya bisa dilakukan secara bertahap.

Proses penguatan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) di Program Studi Teknik Kimia UNIMUDA Sorong dapat dilakukan secara bertahap, sebagaimana disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Siti Jamilatun, M.T. Beliau menyarankan agar prodi memperkuat sistem evaluasi CPL, meskipun tidak harus secara drastis. "Berproses itu bertahap," tegasnya. Dalam kondisi di mana sistem portal akademik belum memadai, penggunaan metode manual seperti Excel tetap dapat diterima, asalkan data terekam secara akurat dan konsisten. Yang lebih utama adalah kepastian bahwa seluruh lulusan mencapai Level 6 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) serta memenuhi beban SKS di bidang ilmu dasar sains sesuai standar nasional.

Selain kurikulum, beliau menyoroti tiga pilar penting lainnya: SDM, tata kelola, dan kerja sama. Struktur organisasi yang jelas, kepemimpinan yang visioner, serta sistem akuntabilitas menjadi fondasi tata kelola yang baik. Selain itu, kepuasan mitra industri dan masyarakat, serta tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja dalam waktu kurang dari tiga bulan, menjadi indikator penting yang harus diperhatikan secara serius.

Namun, tantangan besar yang dihadapi banyak prodi teknik kimia, termasuk di UAD dan UNIMUDA Sorong, adalah minat mahasiswa baru. "Saya saja awalnya tertipu dengan Teknik Kimia," selorohnya, mengingatkan bahwa banyak calon mahasiswa masih menyamakan Teknik Kimia dengan Ilmu Kimia biasa. Padahal, Teknik Kimia adalah disiplin rekayasa prosesmengubah ide dari skala laboratorium (mL) hingga skala industri (ton). Lulusannya dibutuhkan di berbagai sektor strategis: energi, lingkungan, farmasi, pangan, dan material maju.

Untuk mengatasi hal ini, Prof. Siti menawarkan strategi promosi yang inovatif dan dekat dengan masyarakat. Perguruan tinggi perlu aktif melaksanakan pengabdian masyarakat ke Sekolah Menengah Atas (SMA), seperti workshop pembuatan lilin dari minyak jelantah, sabun cair berbahan dasar limbah, atau pengomposan sampah organik. Kegiatan ini bukan hanya bagian dari tri dharma, tetapi juga bentuk branding strategis media untuk memperkenalkan jurusan secara menyenangkan dan aplikatif. Melibatkan narasumber dari berbagai perguruan tinggi dalam kegiatan bersama, baik daring maupun luring, juga dapat memperluas jejaring dan menaikkan eksposur.

Lebih lanjut, beliau membuka peluang kerja sama riset, khususnya di bidang pengelolaan biomassa dan energi terbarukan, yang sangat relevan dengan potensi alam Papua. Penelitian tentang biogas, pirolisis biomassa, dan biofuel berbasis limbah organik lokal dapat dikembangkan bersama dosen dan mahasiswa UNIMUDA. "Jumlah mahasiswa sedikit bukan alasan untuk tidak maju," tegasnya. "Yang penting adalah kualitas dan fokus riset yang tepat."

Penawaran kerja sama daring melalui sesi sharing, mentoring akademik, atau kuliah umum dengan menghadirkan pakar dari berbagai perguruan tinggi juga disampaikan. Bagi calon mahasiswa dari SMA, beliau menyarankan sistem pendaftaran cepat melalui media sosial seperti Instagram, dengan tautan langsung ke sistem penerimaan mahasiswa baru, sehingga mempermudah akses. Mengakhiri kunjungannya, Prof. Siti Jamilatun menegaskan, "Sekarang sudah waktu yang tepat untuk unggul untuk Teknik Kimia UAD”. Setelah 26 tahun membuktikan peningkatan di UAD, beliau yakin bahwa dengan komitmen, kolaborasi, dan strategi yang tepat, UNIMUDA Sorong juga mampu membawa Program Studi Teknik Kimianya menuju status "Unggul" dalam satu dekade mendatang.

 

By Operator Website Kamis, 02 Oktober 2025 | 16:57 pm

Artikel Terbaru